Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Hati Diari

Dear Diari, aku sudah menyangka dan menduga pasti hal ini terjadi, yang tak dapat ku terima ialah bahwa diri ini menghianati hati yg menyuka nya. Bodoh memang saat hati tau ia bersama seseorang disana hati teriris hati ingin menangis tapi diri ini menipunya dengan berlagak tegar dan menganggap tak terjadi apapun. Diari kan ku penuhi dirimu dengan jalan hidupku. Diari, 3 Desember 1914.

Wajah Malam



Gelap gulita menyelimuti malam paguntaka.
Malam yang penuh dengan tanda tanya.
Seraut wajah malam, membangunkan mereka yang bergumul dengan udara malam paguntaka.
Wajah malam, mempesona matanya hingga fajar menjelang.
Bukan inginnya, tapi tubuh terbelenggu.
Warna memudar
Cahaya tak lagi bersinar
Di telan gelapnya malam.