Wajah Malam



Gelap gulita menyelimuti malam paguntaka.
Malam yang penuh dengan tanda tanya.
Seraut wajah malam, membangunkan mereka yang bergumul dengan udara malam paguntaka.
Wajah malam, mempesona matanya hingga fajar menjelang.
Bukan inginnya, tapi tubuh terbelenggu.
Warna memudar
Cahaya tak lagi bersinar
Di telan gelapnya malam.

Karya Iseng (Malam)

Karya Iseng (Malam)
Malam ini hidup serasa hampa
gelap gulita
dalam kehidupan yang fana
hanya jeritan malam yang samar
hanya raungan rembulan yang jauh hampir tak terdengar.
.
pohon rindang pun berbisik "ini bukan apa-apa"
rumput ilalang pun menyahut "hadapi hidup untuk hidup di masa mendatang"
bangku tua berkata "pantang menyerah, untuk hidup yang lebih cerah"

Bangun Sahabat


Hidupmu tak sendiri kawan
Ada aku disini, jangan menangis
Hidupmu berarti kawan
Ada cinta di hati, ayo melukis !!
Melukis canda, tawa yang ada
Melukis tangis, dan gerimis.
Tangkis semua pesimis
Bangun optimis
Kita kan selalu menjadi satu sahabat
Menjadi hebat, dalam menghadapi tantangan yang berat
Selalu berjabat, selalu ingat
Karna kita sahabat dunia akhirat

("PENA")



Menari senja di atas singahsana raja.
Menuangkan tinta pemikiran kedalam kertas suci
Goresannya indah membuat senja terpana
Berita asing membahana ke seluruh angkasa
Langit biru menyeru berita baru

Pena
Mata air mengalir memenuhi seluruh alam raya
Membuat lingkaran penuh menuju satu titik
Mewarnai dunia yang fana
Menghidupnya jiwa-jiwa yang mati
Memberikan cinta istimewa

Pena
Lembut sapanya menyentuh sanubari sang pujangga
Memberikan inspirasi
Membangun motivasi
Menghapus dusta yang tak mampu bicara
Penyambung lidah yang berkeluh kesah

Pena
Memberikan cahaya
Di dunia yang hampa cinta
Memberikan nasihat
Di dalam diri yang tak ingat
Membangun persaudaraan
Memecah permusuhan

Pena, Cinta Allah Untuk Manusia.