Tuhan... Aku... Dia


Tuhan aku tak mau melihatnya lagi
terlalu sakit mungkin rasa hati ini
menantinya yang tak kunjung ada
menantinya yang hanya janji manis
bak gerimis, sedikit-demi sedikit namun membasahi seluruh relung hati
Tuhan mungkin ini yang memang ditakdirkan untukku
namun perjalanan ini semakin sulit tatkala ku ingat kembali
kata manis yang terucap dari nada-nada simfoninya yang begitu indah.
Ampunkan aku Tuhan... aku telah lalai.
aku ingin kembali kepelukanmu bukan kepelukannya
aku ingin memeluk erat dan tak akan melepaskan cinta
yang telah ada sejak aku dalam rahim ibuku
bukan DIA Ya ALLAH tapi Engkau Pemilik hidup dan matiku
Aku ingin mati dalam pelukanmu
Memeluk erat janji mu yang tak mungkin engkau ingkari tidak seperti DIA Ya ALLAH
Hapuskan DIA dari hidupku ya ALLAH bukan untuk memutus tali silaturahmi tapi untuk menjaga hatiku agar tak berpaling lagi dari mu Ya ALLAH
Tulisan ringan dari barang-barang peninggalan Rani sahabat baikku yang telah menuju cinta abadinya.
Rina mendapat cinta pertama yang salah, hanya janji yang ia dapatkan sebelum akhirnya ia mencinta pada Cinta yang Abadi kekal selamanya dalam balutan sakit yang saat ini mengerogoti tubuhnya hingga Cinta memangilnya untuk datang lebih dekat.
#Untuk sahabat ku jangan sia-siakan cinta abadi ALLAH sejak saat ruh ditiupkan kejasadmu.
Previous
Next Post »
0 Komentar